A. PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI (MAHASISWA DAN GURU). SERTA DAMPAK POSITIF DAN NEGATIFNYA.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 pasal 25 disebutkan Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antar budaya daerah. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara harus terus dibina dan dikembangkan agar menjadi bahasa yang modern, yakni bahasa yang sanggup mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi dalam berbagai segi kehidupan. Dalam usaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia tersebut, pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi wajib. Tujuan pembinaan bahasa Indonesia melalui pendidikan formal tersebut di samping bermaksud agar mahasiswa memiliki keterampilan berbahasa lisan maupun tulisan dengan baik, juga diharapkan memiliki jati diri dan kepribadian yang yang luhur. Sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Setiap warga negara Indonesia juga sepatutnya memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia dan berusaha agar selalu cermat dan teratur menggunakannya dalam kehidupan sehari- hari. Paling tidak menanamkan budaya malu jika tidak mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Oleh karena itu, sudah se pantas nya lah bahasa Indonesia dicintai dan dijaga.
Sikap dalam bahasa Indonesia (KBBI, 2016) diartikan sebagai perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian atau keyakinan. Menurut Rokeach (dalam Sumarsono, 2002) sikap bukan sesuatu yang bersifat sesaat, melainkan sesuatu yang berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama. Sikap adalah jaringan keyakinan (kognisi) dan nilai yang memberikan kepada seseorang untuk berbuat atau bereaksi terhadap suatu obyek dengan cara tertentu yang disenanginya. Selain itu, Lambert (dalam Chaer, 2010) menjelaskan bahwa sikap terdiri atas tiga komponen, yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Komponen kognitif berhubungan dengan pengetahuan mengenai alam sekitar dan gagasan yang biasanya merupakan kategori yang dipergunakan dalam proses berpikir. Sementara itu, komponen afektif menyangkut masalah penilaian baik, suka atau tidak suka, terhadap sesuatu atau suatu keadaan. Adapun komponen konatif menyangkut perilaku atau perbuatan sebagai “putusan akhir” kesiapan reaktif terhadap suatu keadaan.
1. PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI MAHASISWA
Di lingkup perguruan tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang. Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa negeri sendiri. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia. Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil yang maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi Mahasiwa agar mempunyai sikap yang positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.
Jika merujuk pada pernyataan bahwa bahasa menunjukkan jati diri bangsa, maka menurut Hikmat & Solihati (2013) hal ini menjadi sangat ironis karena di kalangan generasi muda saat ini, jati diri bangsanya mulai keropos dan kelak bisa saja tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, pembelajara Bahasa Indonesia di perguruan tinggi terkadang dipandang remeh. Anggapan tersebut muncul karena bahasa Indonesia sudah digunakan sebagai bahasa sehari-hari dalam berinteraksi. Pun bahasa Indonesia juga telah diajarkan sejak berada di bangku sekolah dasar. Maka tak heran jika mata kuliah Bahasa Indonesia dianggap sudah tidak perlu lagi diajarkan. Padahal kedua hal tersebut konteks nya sangat berbeda. Paradigma di atas tentu saja tidak benar. Bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari berbeda dengan materi yang diberikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Jika sehari-hari seseorang dapat berbicara dengan sangat lancar kepada lawan bicara nya, itu disebabkan ragam bahasa yang digunakan merupakan ragam bahasa Indonesia tidak resmi. Namun, akan jauh berbeda jika seseorang tersebut menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Dalam penggunaan sehari-hari, bahasa Indonesia cenderung menggunakan ragam non formal atau tidak resmi yang sudah mengalami percampuran dengan bahasa daerah pemakai bahasa. Sementara, dalam pembelajaran bahasa Indonesia, hal tersebut tidak dibenarkan karena pembelajaran diarahkan pada keterampilan berbahasa Indonesia secara formal atau resmi. Berbahasa Indonesia secara baik dan benar memiliki konsekuensi logis terkait terhadap pemakaiannya sesuai dengan situasi dan konteks pembicaraan. Pada situasi formal, menggunakan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama dan pemakaiannya sering menggunakan bahasa baku. Namun, terkadang yang menjadi permalasahan menurut Mansyur (2016) adalah munculnya gejala bahasa, seperi interferensi bahasa gaul, yang tanpa disadari turut dipakai dalam berbahasa Indonesia ragam resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa Indonesia yang digunakan menjadi tidak baik. Oleh karena itu, pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan mahasiwa agar mempunyai sikap yang positif terhadap bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa yang berlaku.
2. PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI GURU
Dalam profesi seorang guru pastinya sangat diperlukan pemahaman tentang aspek-aspek dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, sehingga nantinya saat melakukan pembelajaran dan berinteraksi dengan para siswa materi yang kita sampaikan dapat mudah dimengerti oleh para siswa. Namun dalam pengimplementasian nya justru terkadang kurang adanya kesadaran seorang guru untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar waktu pembelajaran.
Tidak jarang juga para guru saat melakukan pembelajaran justru menggunakan bahasa daerah disekitar lingkungan sekolah tersebut. Terkadang mereka beralasan menggunakan bahasa daerah karena memang sudah terbiasa dan agar bisa lebih dekat dengan para siswa.
Meskipun kalau dilihat dari sisi keefektifan pembelajaran semua siswa paham apa yang dijelaskan oleh guru itu tidak ada masalah. Namun hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang kurang baik sebab saat penggunaan bahasa daerah secara terus-menerus dapat menyebabkan keasingan dari bahasa Indonesia sendiri yang semestinya menjadi bahasa nasional dan persatuan dari bangsa kita. Maka dari itu sebagai guru kita sebaiknya melakukan pengimplementasian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pembelajaran agar bahasa Indonesia ini bisa terus terjamin keberadaannya dalam lingkup masyarakat, tentunya juga agar tidak tergerus oleh bahasa asing lainnya di era kemajuan iptek yang sangat pesat ini. Meskipun disamping juga kita harus melestarikan bahasa daerah kita. Untuk itu sebagai guru harus bisa membiasakan para siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam hal komunikasi maupun yang lainnya.
Sebenarnya ketika seorang menggunakan bahasa daerah tidak dilarang namun sebaiknya seorang guru harus tahu porsi penggunaan bahasa daerah untuk berkomunikasi dalam pembelajaran dan dengan manfaat lain yang didapat oleh para siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik yaitu mampu melatih siswa untuk berkomunikasi secara baik serta sopan kepada orang lain dan nantinya hal tersebut akan sangat berguna saat siswa tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan serta juga dalam dunia kerja nantinya atau pun juga dalam hal ber sosialisasi kepada orang lain.
Karena hal itulah mengapa para guru diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Meskipun kita bukan seorang guru alangkah baiknya kita sebagai orang-orang yang lebih dewasa sekiranya bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik saat berkomunikasi.
Jika bukan kita yang menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita agar tetap terus terjaga eksistensi nya di ranah masyarakat maupun lainnya lalu siapa lagi. Apakah hanya alasan tersebut seorang guru harus paham serta menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik pada pembelajaran? Kenapa guru selain guru pendidikan bahasa Indonesia juga harus paham serta menerapkan hal tersebut? Merujuk pada pertanyaan pertama jawabannya adalah tidak hanya itu alasannya. Alasan lain nya dari seorang guru harus paham akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik adalah seorang guru akan menjadi contoh atau pun cerminan bagi siswa untuk berperilaku baik dan sopan kepada siapapun dilingkungan nya. Alasan tersebut menjadi penting sebab masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang siswa-siswi nya tidak pandai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik maka dari itu seorang guru harus mempunyai pemahaman akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam berkomunikasi. Namun agar hal tersebut terealisasi dengan baik harus diimbangi dengan pengetahuan guru akan bahasa Indonesia yang baik. Maka dari itu sebagai seorang guru wajib mempelajari sedari saat masih di bangku perkuliahan agar nantinya mampu mengimplementasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik saat masuk ke dunia pendidikan.
Dan untuk jawaban dari pertanyaan kedua yaitu mengapa tidak guru pendidikan bahasa Indonesia saja, meskipun siswa sudah mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia lewat guru pendidikan bahasa Indonesia itu saja tidak cukup sebab waktu yang didapat dalam pelajaran bahasa Indonesia sangat terbatas sedangkan para siswa membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam pengimplementasian bahasa Indonesia saat berkomunikasi.
Alasan-alasan yang sudah tertera di atas sekiranya sudah cukup bagi seorang guru untuk mempunyai pemahaman akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam berkomunikasi saat kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Dan dengan alasan tersebut mampu memotivasi para calon guru untuk bisa lebih serius dalam menempuh pendidikan agar nantinya saat menjadi seorang guru mempunyai pemahaman akan komunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik meskipun hal tersebut adalah tuntutan saat di dunia kerja atau pun motivasi dari diri sendiri dari seorang guru.
3. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIFNYA
Perkembangan bahasa indonesia saat ini ternilai sangat baik, banyak negara yang mempelajari bahasa indonesia diantaranya vietnam,jepang,korea selatan,kanada dan australia,karena itu bahasa indonesia sangat terpandang di beberapa negara. Banyaknya sumber pembelajaran Bahasa Indonesia sehingga munculnya dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan Bahasa Indonesia
Dampak Negatif
Perkembangan bahasa indonesia saat ini ternilai sangat baik, banyak negara yang mempelajari bahasa indonesia diantaranya vietnam,jepang,korea selatan,kanada dan australia,karena itu bahasa indonesia sangat terpandang di beberapa negara. Banyaknya sumber pembelajaran Bahasa Indonesia sehingga munculnya dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan Bahasa Indonesia
Dampak Positif
Tidak hanya dampak negatif, Bahasa gaul juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan Bahasa Indonesia paling utama dalam kalangan remaja, dengan adanya Bahasa gaul remaja bisa lebih kreatif dalam memunculkan Bahasa Bahasa baru yang belum, Bahasa gaul bisa meningkatkan inovasi seperti munculnya Bahasa baru.
B. PENDAPAT SAYA MENGENAI GURU ADALAH AGEN PENGGERAK PERUBAHAN
Di era globalisasi ini berbagai aspek kehidupan yang terjadi sudah tidak terhindarkan lagi. Di sisi lain, keberadaan globalisasi memberikan dampak positif secara signifikan dalam memberikan kemudahan informasi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat serta berubah kehidupan tatanan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat. Dalam hubungannya dengan guru sebagai agen pembaharu (agent of change), pada era globalisasi ini guru dituntut untuk mempunyai kemampuan untuk berubah secara profesional dalam memberdayakan peserta didik ke arah pola kepribadian dan kompetensi yang baik. Jadi, guru sebagai agen pembaharu (agent of change) adalah seseorang yang profesional yang mempengaruhi putusan inovasi terhadap peserta didik untuk meningkatkan kualitas kompetensi nya melalui Pendidikan Kewarganegaraan dari aspek civic knowledge, civic skill, dan civic disposition.Pada ketiga kompetensi tersebut harus diterapkan oleh guru secara berimbang agar dapat menghasilkan generasi yang potensial, seperti beriman dan bertakwa, berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak secara demokratis. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang ter rencana, yaitu pembelajaran yang didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek atau peserta didik dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Selain itu, membentuk warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan ber karakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang NKRI Tahun 1945.
Sebagai agen perubahan, hendaknya Guru Penggerak mampu melakukan tugas ini. Meskipun bukan sebuah pangkat atau jabatan, namun Guru Penggerak adalah sebuah prestasi yang patut di apresiasi. Karena untuk menjadi Guru Penggerak kita harus melalui tahapan-tahapan seleksi yang ketat. Ini bukanlah sebuah kompetisi untuk membuktikan siapa yang paling pintar, tetapi sebuah tanggung jawab moral tentang apa yang telah dan akan kita lakukan sebagai guru masa depan.
Kini sudah saatnya kita mengembalikan pemikiran KI Hajar Dewantara ke dalam ruang kelas. Praktik pendidikan hendaknya mengutamakan pengasuhan dengan dasar kemanusiaan dan cinta kasih. Menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
C. PENDAPAT SAYA MENGENAI PENTINGNYA PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN ( MEMBACA, MENULIS, MENYIMAK DAN BERBICARA DI KELAS RENDAH )
1. PENTINGNYA PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA
Menurut pendapat saya sangat penting dalam pemilihan model atau teknik dan metode yang tepat dalam pembelajaran membaca di kelas rendah karena pembelajaran membaca di sekolah dasar dinilai sangat penting. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pembelajaran membaca tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari mata pelajaran yang lainnya. Namun kenyataannya pembelajaran membaca yang dilaksanakan di sekolah dasar masih belum memuaskan dan belum sesuai dengan harapan. Untuk anak usia sekolah dasar kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah dasar tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Oleh karena itu, anak harus belajar membaca agar ia dapat membaca untuk belajar. Membaca adalah salah satu inti dari belajar.
- Metode Yang Tepat Untuk Pembelajaran Membaca Di Kelas Rendah
Dalam pembelajaran Membaca di kelas rendah ada beberapa metode yang dapat di gunakan, yaitu :
1. Metode abjad
2. Metode bunyi
3. Metode suku kata
4. Metode kata melembaga
5. Metode global
6. Metode struktural analitik sintetik (SAS)
2. PENTINGNYA PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
Menurut pendapat saya sebagai tenaga pendidik yang profesional, guru wajib untuk dapat memberikan materi pembelajaran dengan baik. Dibutuhkan suatu keterampilan dalam memilih metode, pendekatan, teknik, model, dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa, terutama pembelajaran menulis, guru dapat menerapkan metode-metode pembelajaran menulis sehingga siswa tidak merasa malas dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Bahkan, dapat meningkatkan kemampuannya untuk dapat menulis, seperti menulis artikel, hasil wawancara, naskah pidato, dan sebagainya. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa di sekolah. siswa dibekali untuk dapat berkomunikasi dengan baik, terutama dalam hal menulis. Namun, kenyataannya selama ini para siswa merasa kesulitan dalam membuat suatu tulisan sehingga malas dalam mengikuti pembelajaran menulis. Peran guru sebagai fasilitator dan motivator perlu dikedepankan untuk memecahkan masalah tersebut. Guru harus mencari suatu metode yang memudahkan siswa dalam membuat suatu tulisan. Oleh karena itu, berbagai metode perlu diterapkan, seperti metode langsung, metode komunikatif, metode konstruktivistik. dan sebagainya.
-Metode Yang Tepat Untuk Pembelajaran Menulis Di Kelas Rendah
1. Menjiplak
2. Menyalin
3. Menatap
4. Menulis halus/indah
5. Dikte
6. Mengarang sederhana
7. Mengarang dengan bantuan gambar
8. Mengarang dengan menyelesaikan kalimat dalam bentuk wacana
9. Mengarang dengan mengurutkan kalimat dalam bentuk wacana
3. PENTINGNYA PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK
Manusia tidak dapat dilepaskan dari aktifitas berbahasa. Pemikiran, perasaan, dan keberadaan manusia dapat dicermati dari bahasa yang digunakan. Oleh sebab itu, keterampilan berbahasa sangat diperlukan setiap manusia. Keterampilan menyimak/mendengarkan termasuk keterampilan berbahasa yang harus dimiliki manusia, Hal ini dimungkinkan karena menyimak merupakan aktifitas berbahasa tertinggi yang digunakan manusia. Lebih dari itu menyimak merupakan dasar aktifitas berbahasa yang sangat menentukan kemahiran berbahasa selanjutnya. Agar bterampil menyimak tidaklah mudah, sangat banyak factor yang mempengaruhinya, baik factor iteernaal maupun factor eksternal. Sungguhpun demikian, hal ini berarti keterampilan menyimak tidak bisa diraih manusia, Pembelajaran menyimak merupakan salah satu satu factor yang dapat menerampilkan seseorang dalam menyimak. Guru serta model dan evaluasi pembelajaran yang berkualitas pada akhirnya dapat dapat melahirkan seorang penyimak yang berkualitas.
-Metode Yang Tepat Untuk Pembelajaran Meyimak Di Kelas Rendah
1. Metode simak tulis
2. Metode simak terka
3. Metode simak cerita
4. Metode bisik berantai
5. Metode identifikasi kata kunci
6. Metode identifikasi kalimat topik
7. Metode merangkum
8. Metode Parafrase
9. Metode menjawab pertanyaan
4. PENTINGNYA PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA
Berbicara itu lebih daripada sekadar mengucapkan bunyi-bunyi atau kata-kata saja, berbicara merupakan realisasi pikiran, gagasan, atau perasaan yang disampaikan dalam bentuk ujaran kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan utama dari berbicara menurut Tarigan (2008: 16) adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, seyogianyalah sang pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. Pembicara harus mampu mengevaluasi efek komunikasinya terhadap pendengarnya dan harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala situasi pembicaraan, baik secara umum maupun perorangan. Kita sering menjumpai adanya berbagai macam nama berbicara seperti ceramah, diskusi, percakapan, wawancara, bercerita, dan sebagianya. Hal tersebut disebabkan oleh dasar pengelompokan berbicara yang berbeda-beda, seperti: situasi, tujuan, metode, jumlah penyimak, dan peristiwa khusus. Selain itu Djago Tarigan (1991: 176) menjelaskan, disamping faktor pembicara dan pendengar ada dua faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap efektivitas berbicara, yaitu situasi dan ragam bahasa. Selain itu Djago Tarigan (1991: 176) menjelaskan, disamping faktor pembicara dan pendengar ada dua faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap efektivitas berbicara, yaitu situasi dan ragam bahasa. Hambatan dalam kegiatan berbicara menurut Resmini (dalam Rohaeti 2011: 21) mengemukakan bahwa hambatan tersebut terdiri dari hambatan yang datangnya dari pembicara sendiri (internal) dan hambatan yang datangnya dari luar pembicara (eksternal).
-Metode Yang Tepat Untuk Pembelajaran Berbicara Di Kelas Rendah
1. Ulang-ucap
2. Lihat-ucapkan
3. Memerikan
4. Menjawab pertanyaan
5. Bertanya
6. Pertanyaan menggali
7. Melanjutkan
8. Menceritakan kembali
9. Percakapan
10. Parafrase
11. Reka cerita gambar
12. Bermain peran
13. Wawancara
14. Memperlihatkan dan bercerita
D. PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK TINGKAT SEKOLAH DASAR
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar pendidikan di semua jenis jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya sekolah dasar (SD) yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis. Sasaran dari pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah siswa terampil dalam menggunakan bahasa (Subana dan Sunarti, 2009: 267). Sekolah dasar mempunyai tujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik mempunyai kemampuan sebagai berikut :
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien dengan etika yang berlaku baik secara lisan maupun tertulis.
2. Menghargai bahasa dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial.
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk meningkatkan wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bahasa.
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Depdiknas, 2007: 6).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yang berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan harus menekankan pada aspek komunikatif dan dapat fungsional bahwa bahasa sebagai alat komunikasi. Siswa diajak belajar berbahasa secara komunikatif agar berguna untuk bekal kecakapan hidupnya dan bahasa Indonesia merupakan sesuatu yang fungsional bagi kehidupan siswa.
Email : zahraaanggita@gmail.com
Instagram : _zrngtf

MANTAPPPPP🔥 SANGAT MUFAH DI FAHAMI DAN DI SIMAK, NEXT DITUNGGU YA KARYA SELANJUTNYA 🔥
BalasHapusPemahaman dan materi terangkum sangat bagus, sehingga mudah untuk di pahami
BalasHapusmantap, bagus dan mudah dapat dipahami
BalasHapusKonten isi sangat bagus.
BalasHapusMantap ka
BalasHapusSudah mencakup semua materinya:)
BalasHapusMantap
BalasHapusmudah dipahami
BalasHapusSangat bagus sekali
BalasHapusTerimakasih materinya dan semangat terus kaka
BalasHapusSangat mengedukasi, Good job..
BalasHapusSangat lengkap👍🏻
BalasHapusUntuk materi yang disajikan bagus dan menarik
BalasHapusMaterinya bermanfaat untuk pembaca. 🫰
BalasHapusMateri yang di sampaikan mudaj dipahami
BalasHapusmantapp sangat bermanfaat dan jugaa mudah untuk dipahami 👍👍
BalasHapusWoww..keren materinya mudah dipahami 🤗
BalasHapusMantap, materinya sangat mudah dan dipahami🔥
BalasHapusmantap, sangat bermanfaat dan bagus materinya
BalasHapusKeren materinya kak
BalasHapusMaterinya sangat bagus dan mengedukasi, sangat bermanfaat..
BalasHapusMateri yang dipaparkan sudah sangat bagus
BalasHapusmaterinya sangat bagus dan mudah dipahami
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapusWahh , sangat bgus dan menambah wawasan
BalasHapusMaterinya bagus dan mudah di pahami
BalasHapusMasyaaAllah, terimakasih untuk ilmunya kak... Alhamdulillah mudah dipahami
BalasHapusMateri yang bagus dan mudah dipahami
BalasHapus